Luar biasa , jangan manjakan tubuh kita dengan obat kimia beralihlah ke Herbal, salah satu tanaman Herbal yang paling Dasyat dan mempunyai banyak Khasiat adalah Daun Surga atau Daun Bidara sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW ada disebutkan dalam Alq’uran. Bagi kaum muslimin dan muslimat yang belum tahu mengenai Pohon Bidara itu seperti apa? Buahnya seperti apa? Khadistnya ada dan sohehkah ? Khasiatnya apa saja? Ustadz – ustadz yang mewajibkan (ABDUL SOMAD LC.MA , BASALAMAH , DAN ADA DI KHAZANAH) dapat di lihat di website berikut ini, silahkan di Klik : http://tanamanalamiherbal.blogspot.com
Senin, 11 Juni 2018
Minggu, 10 Juni 2018
Selasa, 05 Juni 2018
33 Manfaat Daun Bidara untuk Kesehatan, Pengobatan & Ruqyah (Serta Buah, Biji & Akarnya)
Tanaman bidara memiliki nama ilmiah “Ziziphus Mauritiana” Tanaman bidara juga punya banyak nama di beberapa daerah di Indonesia.Tanaman bidara dikenal dengan nama lain seperti widara (Sd., Jw.) atau dipendekkan menjadi dara (Jw.); bukol (Md.); bĕkul (Bal.); ko (Sawu); kok (Rote); kom, kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Mak., Bug.); rangga (Bima); kalangga (Sumba).
Sebutan tanaman bidara di dunia internasional yaitu Jujube, Indian Jujube, Indian plum, atau Chinese Apple (Inggris); Jujubier (Prancis); bidara, jujub, epal siam (Mal.); manzanitas (Fil.) zee-pen (Burma); putrea (Kamboja); than (Laos); phutsaa, ma tan (Thai); tao, tao nhuc (Vietnam).
Tinggi pohon bidara 5-16 meter. Daun bidara berbentuk bulat agak lonjong dengan permukaan yang halus. Daun bidara mempunyai banyak manfaat kesehatan.
Tinggi pohon bidara 5-16 meter. Daun bidara berbentuk bulat agak lonjong dengan permukaan yang halus. Daun bidara mempunyai banyak manfaat kesehatan.
Tanaman bidara dapat Anda manfaatkan daunnya, buahnya, bijinya, hingga akarnya. Buah bidara kultivar yang unggul dijual sebagai buah segar di pasar, yang nantinya bisa dikonsumsi secara langsung, ataupun diolah menjadi minuman segar.
Daun bidara yang muda bisa dijadikan sayuran. Adapun daun bidara yang tua dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Selain itu, rebusan daun bidara juga digunakan sebagian orang untuk diminum sebagai jamu. Daun-daun ini jika diremas dengan air maka akan membusa seperti sabun, tidak jarang air daun bidara digunakan untuk memandikan orang yang terkena demam.
Baik itu daun, buah, kulit kayu, hingga akar tanaman bidara memiliki khasiat untuk kesehatan dan pengobatan.
Manfaat Daun Bidara
1. Membersihkan Jerawat
Jerawat tidak jarang membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Anda dapat menyembuhkan jerawat dengan bahan-bahan herbal, salah satunya yaitu lakukan perawatan masker bidara.
Pada tulisan berjudul Jerawatan? Jangan Khawatir, Cobalah Masker Bidara! -- Zonamania.com menyebutkan bahwa daun bidara terbukti ampuh sebagai masker untuk menghilangkan jerawat.
Daun bidara berwarna hijau mengkilat di bagian atas, dan pada bagian bawahnya bewarna agak keputihan atau cokelat karat.
Daun bidara mengandung senyawa antibakterial yang bekerja untuk melawan serangan penyakit. Daun bidara sejak dahulu sudah digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Daun bidara dapat diracik sebagai jamu herbal, Anda bisa menumbuk daun biadara dan dilarutkan dengan air, lalu digunakan untuk pengobatan luar untuk mengatasi masalah pada kulit, diantaranya jerawat dan jamur pada kulit.
Terdapat resep khsusus untuk mengobati jerawat dengan daun bidara. Khasiat daun bidara ini bisa anda manfaatkan untuk dijadikan masker pada kulit wajah.
Penggunaan daun bidara sebagai masker wajah ini bermanfaaat untuk membersihkan kulit dari kotoran, membersihkan jerawat, dan mencegah kulit dari kerusakan yang diakibatkan jerawat.
Untuk orang yang memiliki jenis kulit berminyak akan rentan terkena jerawat di wajah. Masalah jerawat dapat menyebabkan kerusakan kulit wajah. Oleh karena itu, manfaatkan masker daun bidara ini.
Berikut langkah-langkah membuat masker bidara:
Siapkan beberapa lembar daun bidara, lalu bersihkan dengan air mengalir.
Lalu tumbuk halus dan masukkan ke dalam mangkuk.
Tambahkan sedikit air ke dalam mangkuk tersebut.
Setelah berbentuk seperti pasta kental, maka oleskan pada kulit wajah (sebagai masker).
Setelah selesai mengoleskan, maka diamkan hingga masker wajah mengering.
Lalu bilas wajah dengan air bersih (tanpa sabun).
Manfaat masker daun bidara ini untuk kehalusan kulit, serta membantu membersihkan jerawat di wajah.
Namun ingat, menghilangkan jerawat dengan daun bidara tidaklah instan, butuh proses dan ketekunan.
2. Mencegah Diabetes
Pada buku berjudul Mukjizat Herbal Dalam Al Quran Volume 1 oleh Muhammad Hatta A.Fattah (Penerbit: Mirqat), di halaman 183-184 menyebutkan bahwa daun bidara tidak hanya dimanfaatkan untuk memandikan jenazah dan mandi haidh, namun daun bidara memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai jenis penyakit, diantaranya malaria, diare, dan kencing manis.
Daun bidara juga dapat untuk menguatkan rambut, menghilangkan kotoran (daki), membersihkan kulit dan melembutkannya, dan menyembuhkan luka.
Penggunaan daun bidara yang nenakjubkan mafaatnya adalah untuk mencegah munculnya diabetes. Kandungan senyawa dalam daun bidara kering bekerja secara efektif untuk melindungi tubuh dari kerusakan sistem pengaturan kadar gula.
Terjadinya diabetes karena tubuh tidak mampu mengatur kadar gula dalam darah, hal lainnya karena kerusakan sistem insulin dalam tubuh, masalah ini bisa berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit berupa penyakit ginjal dan jantung.
Daun bidara kering yang dikonsumsi seperti dalam bentuk teh bermanfaat untuk menstabilkan kembali kadar gula dalam darah, dan membantu melindungi sistem pengaturan produksi insulin di dalam tubuh.
Hal lainnya yang penting dilakukan agar terhindar dari penyakit diabetes adalah menjaga pola makan yang baik, sehat dan teratur. Selain itu, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang memadai dalam setiap harinya.
Dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun bidara bermanfaat untuk mencegah terjadinya kenaikan gula darah atau diabetes, dimana juga daun bidara memiliki indeks glikemik yang rendah.
3. Mengobati Diare
Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi BAB yang lebih sering dibandingkan biasanya. Terjadinya diare biasanya akibat konsumsi makanan atau
Diare dapat berlangsung beberapa hari (umumnya), dan berpotensi bisa terjadi selama seminggu atau lebih dari itu.
Penderita diare bisa mengalami gejala seperti sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer, hingga bisa mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer.
Orang yang mengalami diare parah berpotensi juga mengalami demam dan kram perut hebat.
Terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang berkhasiat untuk pengobatan diare, seperti buah sirsak, jambu klutuk, buah sawo, pisang klutuk, daun asam, daun bidara, dll.
Daun bidara memiliki khasiat untuk pengobatan diare. Minumlah teh daun bidara yang produknya sekarang ini mudah untuk ditemukan, bahkan sudah banyak dijual secara online.
Cara membuatnya juga sangat mudah, seperti membuat teh pada umumnya.
Apabila Anda mengalami diare, maka jangan menggunakan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
4. Menyembuhkan Luka
Kandungan di dalam daun bidara memiliki sifat antiseptik. Sehingga daun bidara bisa Anda manfaatkan sebagai obat luar untuk luka bakar dan luka luar lainnya. Bahkan daun bidara ini dapat digunakan untuk pengobatan sariawan dan untuk kesehatan mulut secara umum.
Khusus bagi wanita, daun bidara dapat dimanfaatkan untuk kebersihan organ intim wanita.
Pentingnya kandungan antiseptik dalam daun bidara ini bermanfaat dalam mengobati luka gores atau lecet pada kulit tubuh, bahkan termasuk luka sariawan dan jerawat (hal ini mencangkup luka baru maupun luka lama).
Dengan khasiat daun bidara ini berguna untuk menyembuhkan luka dengan cepat dan melindungi dari serangan kuman.
Daun ini akan bekerja untuk membantu menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka sehingga cepat pulih, serta mendorong proses regenerasi sel-sel kulit baru.
Anda bisa mencoba menaburkan tumbukan daun bidara diatas luka goresan maupun luka bakar yang dialami.
Daun bidara yang digunakan sebagai obat luka adalah daun bidara kering yang diolah menjadi bubuk.
Sediakan daun bidara, lalu campurkan dengan sedikit air di dalam sebuah wadah, sehingga bentuknya akan seperti pasta.
Lalu oleskan pasta ramuan tersebut pada bagian kulit yang terluka.
5. Membersihkan dan Melembutkan Kulit
Daun bidara memiliki kandungan yang bekerja sebagai antiseptik. Anda dapat memanfaatkan daun bidara untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang sulit hilang.
Agar daki yang menempel di kulit bisa dibersihkan secara maksimal, maka manfaatkan daun bidara ini.
Selain itu, bahkan terdapat anjuran agar wanita membersihkan sisa darah haid menggunakan bidara, agar proses pembersihannya sempurna.
Menjaga kebersihan bagian “intim” merupakan hal yang sangat penting, agar terhindar dari penyakit, jamur, dan bakteri pada bagian vital tersebut. Dimana salah satu masalah yang sering dialami oleh wanita adalah keputihan.
Sebenarnya keputihan merupakan hal yang wajar karena muncul secara alamiah tanpa bisa dicegah, hanya saja kebersihan pada bagian tersebut haruslah menjadi perhatian utama.
Jika ada sesuau yang tak beres pada daerah kewanitaan tersebut, maka Anda bisa memanaatkan air rendaman daun bidara ketika sedang membersihkan tubuh.
Penggunaan daun bidara ini bermanfaat untuk membersihkan kulit tubuh secara maksimal, membasmi jamur dan bakteri yang bersarang pada bagian tubuh, serta membuat kulit lebih lembut.
6. Meremajakan Kulit
Masalah munculnya tanda-tanda penuaan dini tidak jarang dikeluhkan banyak orang, terutama oleh kum wanita. Munculnya kerutan halus pada kulit ini seiring dengan pertambahan usia, namun yang menjadi masalah ketika tanda-tanda penuaan tersebut muncul terlalu cepat.
Daun bidara memiliki manfaat untuk membantu proses regenerasi sel-sel kulit baru, hal ini menjadikan kulit yang berkerut, kering maupun kusam akan bisa tergantikan dengan kulit yang lebih sehat dan indah.
Bahan alami daun bidara dapat dibuat sebagai masker, atau Anda bisa mencuci wajah dengan air yang direndam dengan daun bidara.
Pemanfaatan bahan alami daun bidara ini harus dilakukan secara rutin agar Anda benar-benar mendapatkan khasiatnya.
7. Merawat Kulit Kering
Kulit wajah yang kering menyebabkan seseorang akan beresiko terlihat kusam pada kulitnya, bahkan kulit terlihat seperti tidak terawat. Sehingga bisa membuat tidak percaya diri.
Bagi Anda yang memiliki kulit kering maka harus rajin melakukan perawatan kulit, terutama kulit wajah. Anda bisa memanfaatkan daun bidara, berikut di bawah ini langkah-langkahnya:
Siapkan daun bidara yang masih hijau dan segar, lalu cuci bersih, dan hancurkan.
Lalu campurkan dengan sedikit air, sehingga membentuk seperti pasta.
Lalu aplikasikan sebagai masker pada bagian wajah. Anda juga bisa mengaplikannya pada tangan dan kaki.
Diamkan beberapa saat, agar meresap ke kulit.
Lalu barulah membersihkan kulit kembali dengan air hangat.
Lalu Anda juga bisa setelahnya memberikan pelembab sesuai dengan jenis kulit.
Lakukan perawatan alami ini secara rutin. Agar memperoleh manfaat ebih efektif, masker tersebut dicampur dengan madu atau perasan jeruk lemon.
8. Mencegah Dampak Buruk dari Paparan Sinar UV
Kulit yang sering terpapar sinar UV, apalagi tanpa perlindungan sunblock di bawah terik matahari, maka akan berdampak buruk pada kulit, seperti kulit terlihat lebih kusam, berminyak, bahkan memicu tanda penuaan dini.
Terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung akan menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam pada wajah dan kulit tubuh secara umum, bahkan yang terburuk dari dampak paparan sinar UV adalah radikal bebas.
Bahaya radikal bebas yaitu memicu penuaan dini, gangguan kesehatan, hingga yang sangat buruk adalah kanker kulit.
Salah satu hal yang disarankan adalah memanfaatkan daun bidara, Anda bisa menjadikannya sebagai masker kulit, yang bermanfaat untuk kesehatan dan keindahan kulit.
Lakukan penggunaan daun bidara ini sebanyak 3 kali dalam seminggu, yang memberikan manfaat bagi kulit Anda.
Adapun pada dasarnya, Anda tidak boleh terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung, apalagi saat matahari sedang terik-teriknya seperti jam 12 siang.
9. Meringankan Luka Bakar
Luka bakar bisa terjadi di mana saja, mereka yang profesinya berhubungan dengan api dan sumber panas lainnya berpotensi terkena masalah ini, seperti koki, tukang las, petugas listrik, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik, dll.
Selain itu, tidak jarang kasus luka bakar yang terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena cipratan minyak maupun air panas saat memasak, dll.
Palang Merah Indonesia (PMI) mendefinisikan luka bakar merupakan keseluruhan cedera yang terjadi akibat paparan suhu tinggi. Berikut penyebab luka bakar:
Panas (suhu di atas 60°C), misalnya: api, uap panas, benda panas.
Listrik, contoh: listrik rumah tangga, petir.
Radiasi, contoh: ultraviolet (sinar matahari), bahan radio aktif.
Kimia, contoh: air aki (zuur).
Masalah luka bakar ini membuat tidak nyaman, apalagi jika bekas lukanya tidak hilang setelah sekian lamanya. Untuk mengatasi masalah luka bakar ini, Anda bisa memanfaatkan daun bidara.
Daun bidara yang masih segar memiliki efek mendinginkan pada kulit, yang akan memberikan manfaat ketika diterapkan pada luka bakar.
Kandungan senyawa dalam daun bidara membantu untuk memulihkan dan mencegah luka bakar membekas pada kulit.
Kandungan di dalam daun bidara juga bekerja sebagai anti-bakteri dan mempercepat proses perbaikan sel-sel yang rusak akibat luka bakar.
Gunakan beberapa lembar daun bidara segar, lalu cuci bersih dan tempelkan pada kulit yang mengalami luka bakar.
Sensasi dingin yang dimiliki daun bidara akan membuat rasa sakit akibat luka bakar menjadi berkurang.
10. Menyehatkan dan Menguatkan Rambut
Tentunya kita ingin memiliki rambut yang kuat, hanya saja beberapa faktor seperti gaya hidup, kondisi cuaca dan lainnya seringkali menyebabkan terjadinya kerontokan rambut yang tidak wajar.
Sangat penting agar Anda memperhatikan dan merawat rambut secara rutin, hal ini agar rambut menjadi selalu sehat, kuat dan tidak mudah rontok. Anda bisa melakukan perawatan alami menggunakan daun bidara.
Rebuslah daun bidara dengan air secukupnya, lalu air rebusan tersebut ditunggu hingga mendingin, setelah itu aplikasikan ke kulit kepala (seperti halnya hair tonic).
Daun herbal ini memberikan manfaat besar bagi kesehatan rambut. Kandungan di dalam daun bidara juga berkhasiat untuk melembabkan rambut, mencegah kerontokan, memperindah rambut dan membantu kesuburan rambut.
Untuk metode penggunaan lainnya, haluskan daun bidara ini lalu gunakan sebagai hair mask.
11. Untuk Ruqyah dan Mengobati Sihir
Pada tulisan berjudul Mengobati Kesurupan dengan Daun Bidara -- Konsultasisyariah.com oleh Ustadz Ammi Nur Baits (beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh).
Disebutkan bahwa tidak dijumpai adanya dalil dari al-Quran ataupun hadis yang menjelaskan tetang penggunaan daun bidara untuk mengobati sihir dan kesurupan jin (syaiton).
Adapun yang dijumpai dalam hadis yaitu mengenai khasiat daun bidara untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang susah dihilangkan. Penggunaannya untuk membersihkan bekas haid bagi wanita, dan untuk memandikan jenazah.
Walaupun tidak ditemukan dalilnya dari Al-Qur’an dan Hadist tentang hubungan daun bidara dengan pengobatan akibat sihir dan kesurupan, namun para ulama memahami bahwa kajian pengobatan sihir termasuk ke dalam kategori pembahasan at-Tadawi (pengobatan), dan bukan kajian ibadah.
Sehingga, selama tidak memakai media/benda yang dilarang oleh agama dan juga terbukti mujarab (bisa mengobati), maka penggunaan media semacam ini dibolehkan.
Syaikh Ibnu Baz pernah memberikan paparan mengenai pengobatan sihir, seperti yang terdapat di Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 3/279, beliau berkata:
Diantara cara mengobati sihir, dia bisa mengambil 7 lembar daun bidara hijau, lalu ditumbuk dengan batu atau semacamnya, lalu ditaruh di ember, kemudian dicampur air yang cukup untuk mandi. Kemudian dibacakan ayat kursi, al-kafirun, al-ikhlas, al-falaq, an-Nas…. (beliau menyebutkan beberapa ayat lainnya).
Ada banyak dampak sihir, salah satunya (seperti yang dijelaskan di di Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 3/279) yaitu sihir yang menyebabkan para suami terhalangi sehingga tidak bisa berhubungan badan.
Keterangan lainnya disampaikan Syaikh Abdullah Aljibrin, beliau berkata:
Saya pernah meruqyah anggota keluarga dan orang-orang dekat saya yang tidak bisa melakukan hubungan dengan istrinya akibat sihir. Saya ruqyah mereka dengan memakai beberapa lembar daun bidara seperti yang disebutkan Ibnu Katsir, dan membacakan beberapa ayat al-Quran, dan dengan izin Allah sembuh. (as-Shawaiq al-Mursalah fi at-Tashaddi lil Musya’widzin wa as-Saharah)
Penjelasan lainnya dari Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi, dalam menanggapi sebagian orang yang melarang penggunaan daun bidara untuk mengobati sihir karena tidak ada dalil.
Syaikh menjelaskan bahwa menghilangkan sihir dengan doa-doa yang disyariatkan atau dengan pengobatan yang mubah, hukumnya boleh.
Dimana daun bindara termasuk sesuatu yang mubah. Apabila ada manfaatnya seperti untuk mengobati sihir atau yang lainnya, maka tidak masalah menggunakannya.
12. Memandikan Jenazah
Sebagian sunnah (ajaran Nabi Muhammad) yang jarang dijumpai saat ini adalah penggunaan daun bidara dalam mamandikan jenazah. Hendaknya sunnah ini kembali dihidupkan agar memperoleh keberkahan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang orang yang jatuh dari ontanya lalu meninggal dunia, Nabi Muhammad shollallahu‘alaihi wa‘ala alihi wasallam bersabda:
اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ فِي ثَوْبَيْنِ.
“Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”. (HR. Bukhary :1719)
Ketika Zainab, putri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, yang bertugas untuk memandikannya adalah Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha.
Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Ummu Athiyah,
اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
“Cuci jenazahnya 3 kali, 5 kali, atau boleh lebih dari itu, apabila menurutmu dibutuhkan maka dengan air dan daun bidara.” (HR. Bukhari 1253)
Jelas dari pemaparan kedua buah hadits tersebut, merupakan suri tauladan dari Nabi Muhammad shollallahu‘alaihi wasallam untuk menggunakan daun bidara dalam memandikan jenazah, baik itu jenazah lelaki maupun wanita.
13. Mandi Haidh
Penggunaan daun bidara juga dianjurkan untuk wanita yang mengalami haid. Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam memerintahkan wanita yang membersihkan sisa darah haid, agar menggunakan bidara.
Setelah selesai haidh maka seorang wanita harus bersuci yang dikenal dengan sebutan mandi haid
Dilansir dari laman Muslimah.or.id, bahwa haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah seperti puasa dan sholat. Sehingga setelah selesai haidh harus melakukan mandi haid. Agar ibadah diterima Allah, melaksanakannya juga harus sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Rasulullah menjelaskan tentang tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu‘anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya.
Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maha Suci Allah”
Maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”
Syaikh Mushthafa Al-‘Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak. Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya -bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib- tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.”
Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara)...”
Maka yang dimaksud sidrahnya adalah daun bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti sabun dan semacamnya.
Sumber lengkap: Majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000
14. Menghilangkan Bau Ketiak dan Keringat
Dr Muhammad Arifin Badri (beliau adalah lulusan S3 Universitas Islam Madinah) di dalam tulisannya berjudul Wuih! Bau Banget Keringatnya -- Arifinbadri.com, menjelaskan bahwa daun bidara dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau ketiak.
Jika Anda sedang mengalami masalah bau ketiak yang kurang sedap, jangan kawatir karena insyaAllah ada cara mudah dan manjur untuk mengatasinya.
Caranya, siapkan beberapa helai daun bidara, lalu remas-remas supaya menjadi lebih lunak, kemudian tinggal digosokan ke ketiak, lakukan saat mandi.
Dengan melakukan ini, Insya Allah nantinya bau ketiak dan keringat akan menghilang. Hal ini wajar jika dari dulu daun bidara telah dianjurkan digunakan untuk mandi.
Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memerintahkan kepada umatnya untuk menggunakan daun bidara untuk mandi, termasuk juga untuk memandikan jenazah.
Berikut manfaat daun bidara yang lainnya, hanya saja masih memerlukan penelitian atau penjelasan para ahli yang memadai:
15. Mengatasi Masalah Insomnia
16. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
17. Mencegah dan Mengurangi Depresi
18. Menjaga Kesehatan Lambung
19. Menurunkan Demam
20. Meningkatkan Nafsu Makan
21. Mencegah Kanker & Tumor
22. Mengobati Masalah Kardiovaskuler
23. Mengatasi Wasir
24. Mencegah Bakteri dan Virus
25. Menyehatkan Mulut
26. Meningkatkan Gairah Seksual
27. Mengatasi Ejakulasi Dini
28. Baik Untuk Tulang
29. Menjaga Kesehatan Gigi
30. Penurun tekanan darah tinggi
31. Menjaga Kesehatan Usus
32. Menyehatkan Sel Tubuh
33. Mengobati Malaria
Pemberitahuan
Bagi ibu hamil atau menyusui yang berencana untuk mengkonsumsi daun bidara, hendaknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. Walaupun belum ada penelitian yang memadai mengenai efek samping pemakaian daun bidara untuk ibu hamil, namun disarankan untuk berkonsultasi.
Dalam penggunaan daun bidara segar atau yang berbentuk bubuk, harus menghindari kontaminasi dari terkena logam atau besi.
Manfaat Buah Bidara
Buah bidara diperjual-belikan sebagai buah segar, untuk dimakan langsung atau juga tidak jarang dijadikan minuman segar. Di sebagian daerah, buah ini dikeringkan ataupun dijadikan manisan.
Buah Bidara / Ziziphus Mauritiana / Jujube memilki gizi yang tidak boleh diremehkan. Buah ini juga enak dimakan dalam bentuk segar, bahkan mempunyai banyak kegunaan kuliner di berbagai negara.
Pada buku "Mukjizat Herbal Dalam Al Quran Volume 1" oleh Muhammad Hatta A.Fattah (Penerbit: Mirqat), di halaman 177 disebutkan bahwa rasa buah bidara umumnya pahit asam manis.
Ketika buah bidara berwama hijau, rasanya biasanya pahit keasaman.
Saat warna ranum kuning kemerahan dan kecoklatan bisa dipastikan rasanya manis, namun sentuhan asam masih dirasakan.
Bentuk buah bidara menyerupai anggur, tapi kulitnya tidak sekeras anggur.
Buah Bidara Telah Masak yang Berjatuhan di Pasir Pantai
Pada artikel berjudul Health Benefits of Jujube Fruit or Ber or Ziziphus Mauritiana -- Epainassist.com, menyebutkan bahwa buah Bidara penuh dengan vitamin dan mineral. Berikut adalah komposisi gizi rata-rata 100gm buah bidara (Ziziphus Mauritiana):
Karbohidrat 17g
Protein 0.8g
Lemak 0,07 g
Gula 10.5g
Kalsium 6mg
Fosfor ~ 6mg
Besi 0.15mg
Potassium 70mg
Sodium 1mg
Seng 0,01mg
Magnesium 3mg
Karoten 0,021 mg
Tiamin 0,024 mg
Riboflavin 0.038mg
Niacin 0,087mg
Asam sitrat 1,1 mg
Asam askorbat 75 mg
Flavonoid
Karena dikemas dengan mineral dan vitamin, buah bidara memberikan manfaat penting untuk kesehatan tubuh, sistem peredaran darah, hingga penampilan kulit tubuh.
Mencegah Pilek dan Batuk. Buah bidara kaya akan vitamin A dan C yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit batuk dan pilek, ataupun penyakit akibat cuaca.
Menurunkan Tekanan Darah. Buah bidara kaya akan potasium dan vitamin B-kompleks yang terbukti khasiatnya untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Sifat Antioksidan. Buah bidara merupakan sumber antioksidan yang baik, yang bermanfaat untuk membantu proses peremajaan sel-sel tubuh, dan menjaga fungsi organ hati dan ginjal.
Kesehatan Kulit Tubuh. Kandungan antioksidan memberikan solusi penting untuk banyak masalah kulit. Buah bidara ini juga digunakan secara eksternal untuk mengatasi masalah kulit akibat sengatan matahari, kukit kering, dan keriput.
Mengobati Gangguan Pencernaan. Buah bidara secara alami mengobati berbagai gangguan pencernaan. Khasiatnya membantu dalam sekresi enzim, sehingga menjaga fungsi organ pencernaan agar selalu normal. Khasiatnya juga dapat mengobati sembelit jika digunakan dalam bentuk kering.
Meningkatkan Energi. Buah bidara menjadi sumber energi yang bagus. Mengonsumsinya dapat mengurangi kelelahan dan membantu menghasilkan tenaga atau energi untuk beraktivitas.
Memperkuat Otot, Tulang dan Gigi. Kandungan kalsium dan fosfor yang ditemukan di dalam buah bidara terbukti mampu mempromosikan penguatan otot tubuh, tulang dan gigi.
Membantu Penyembuhan Luka. Buah bidara mengandung beberapa asam amino penting yang bermanfaat dalam membantu sel tubuh membangun berbagai jenis protein yang penting untuk penyembuhan luka.
Menenangkan Sistem Saraf . Buah bidara memiliki khasiat untuk meredakan stres dan depresi, dengan cara membantu menenangkan sistem saraf tubuh. Konsumsi buah ini membantu untuk meredakan stres dan kecemasan, serta mengatasi masalah insomnia (susah tidur).
Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan Jantung. Kandungan flavonoid yang ditemukan di dalam buah bidara bermanfaat untuk menangkal paparan radikal bebas dalam sistem peredaran darah penyebab jantung tersumbat dan gangguan kardiovaskular lainnya.
Senyawa Flavonoid di dalam Buah Bidara memiliki fungsi anti-oksidan, anti-inflamasi dan anti-kanker yang baik. Hal ini bermanfaat sangat penting dalam menurunkan risiko pembentukan sel kanker yang berbahaya.
Manfaat Bagian Lainnya dari Tanaman Bidara (Ziziphus Mauritiana)
Akar pohon bidara dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan rambut yang baik, serta mengurangi demam yang terbentuk karena penyakit lain seperti cacar air dan campak.
Pada buku Mukjizat Herbal Dalam Al Quran Volume 1 oleh Muhammad Hatta A.Fattah, di hal.183-185 disebutkan bahwa buah, biji, daun, kulit kayu, dan akar dari pohon bidara berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapat untuk luka.
Di Jawa, kutit kayu pohon bidara digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, adapun di Malaysia tidak jarang digunakan sebagai obat sakit perut.
Perasan kulit batang pohon sidr dapat mencegah penyakit batuk berat dan mutah darah. Kutit, ranting dan batang pohon bidara bisa dimanfaatkan dalam mengobati demam.
Ustadz Abdul Somad LC. MA (MEMANDIKAN JENAZAH DENGAN DAUN BIDARA)
Memandikan Jenazah dengan Daun Bidara
SILAHKAN LIHAT VIDEONYA , KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=EVPsm0SPKoM
Selasa, 22 Mei 2018
Manfaat dan Khasiat Daun Bidara untuk Kesehatan
Daun bidara berasal dari sebuah pohon kecil yang bernama pohon biadara. Pohon ini biasa tumbuh di daerah yang cenderung kering. Bidara adalah penyebutan bagi tanaman ini dalam bahasa Indonesia, sedangkan di beberapa daerah di Indonesia, tanaman ini punya banyak nama. Pohon bidara mempunyai tinggi sekitar 5 sampai dengan 16 meter. Baik ranting dan cabangnya berjumlah cukup banyak dengan jenis daun hijau yang memiliki banyak duri.
Daun bidara memiliki bentuk bulat sedikit lonjong dengan
permukaan yang halus. Ciri khas dari daun ini yaitu terdapat banyak duri
walaupun pohonnya masih muda sekalipun. Pohon bidara sendiri disebut dalam
Al-Quran dengan ciri-cirinya yang berduri. Tak heran jika daun yang satu ini
memiliki kegunaan yang penting, terutama bagi umat muslim. Selain itu, daun
bidara juga mempunyai segudang manfaat dan juga khasiat dalam menjaga kesehatan
tubuh Anda.
Agar tidak salah dalam memahami manfaat dan khasiat daun bidara,
kami berikan rincian penjelasan tentang beberapa kegunaan daun ini untuk
kesehatan Anda. Berikut ini informasinya.
1. Menyembuhkan luka dengan cepat
Khasiat daun bidara yang pertama yaitu sebagai
daun herbal untuk menyembuhkan luka dengan cepat. Daun ini akan menghentikan
pendarahan dan mengeringkan luka agar cepat pulih sehingga tidak meninmbulkan
luka baru.
2. Penghilang depresi
Khasiat daun bidara yang selanjutnya yaitu dapat menghilangkan
depresi. Daun ini dapat membuat Anda lebih rileks dan membuat syaraf Anda lebih
tenang. Anda pun tidak akan merasakan stress maupun depresi yang berlebihan.
3. Meningkatkan nafsu makan
Khasiat daun bidara untuk tubuh juga bagus dalam menambah nafsu
makan. Daun ini sebaiknya digunakan bagi Anda yang sering telat makan dan sibuk
dalam kegiatan sehari-hari. Nafsu makan Anda pun akan meningkat.
4. Anti diabetes
Khasiat daun bidara juga ampuh untuk mencegah diabetes. Bagi
Anda yang sudah terjangkit diabetes juga bisa mencoba daun ini sebagai obat
alami yang akan menjaga kadar gula dalam darah. Itulah mengapa daun ini disebut
sebagai daun anti diabetes.
5. Mencegah bakteri dan virus
Khasiat daun bidara sangat baik untuk menjaga tubuh dan
menguatkannya dari serangan bakteri maupun virus. Sebagian besar penyakit yang
Anda punya berasal dari virus maupun bakteri yang mengendap di dalam tubuh.
6. Baik untuk lambung
Daun bidara sangat aman untuk lambung, terutama bagi Anda yang
memiliki riwayat penyakit maag. Daun ini akan meredakan berbagai macam penyakit
yang ada di lambung karena tidak berdampak negative terhadap asam lambung.
7. Menyehatkan mulut
Mulut yang tidak sehat ditandai dengan timbulnya sariawan dan
bibir yang pecah-pecah. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan manfaat daun
bidara. Daun yang satu ini mampu menjaga kesehatan mulut dari berbagai macam
infeksi.
8. Anti kanker dan tumor
Manfaat daun bidara yang penting juga mampu menjadi anti kanker
dan tumor. Kedua penyakit tersebut dapat Anda cegah jika Anda memanfaatkan
khasiat daun ini. Daun unik ini pun berfungsi sebagai anti oksidan yang alami.
9. Mengatasi haid yang tidak lancar
Khasiat daun bidara yang tidak kalah bagusnya untuk para wanita
yaitu dapat mencegah haid yang tidak lancar. Kandungan senyawa dalam daun ini
mampu membuat hormone Anda seimbang dan melancarkan haid.
10. Mengobati keputihan pada wanita
Manfaat daun bidara untuk wanita baik untuk mencegah keputihan.
Daun ini akan menghilangkan jamur yang ada di dalam miss V. Jamur adalah
penyebab utama dari munculnya keputihan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh.
Selain 10 manfaat dan khasiat daun bidara untuk kesehatan, ada
lagi 20 manfaat lainnya dari daun ini yang perlu Anda ketahui. Berikut ini
manfaat lainnya:
20 Manfaat dan Khasiat Daun Bidara Lainnya:
11.
Mengatasi ejakulasi
dini
12.
Meningkatkan gairah
seksual
13.
Mengatasi bisul
14.
Obat ambeien
15.
Penurun demam
16.
Baik untuk tulang
17.
Menjaga kesehatan gigi
18.
Penurun tekanan darah
tinggi
19.
Obat insomnia
20.
Mengatasi nyeri
21.
Menjaga kesehatan usus
22.
Obat penyakit kardiova
skuler
23.
Menyehatkan sel tubuh
24.
Obat radang pada kulit
25.
Menyuburkan rambut
26.
Obat gangguan sihir
dan jin
27.
Memandikan jenazah
28.
Menguatkan rambut
29.
Mencegah jerawat
30.
Menghilangkan bau
darah haid
Itulah 30 manfaat dan khasiat daun bidara
untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat untuk menambah
pengetahuan Anda dalam menjaga kesehatan dengan memanfaatkan khasiat daun yang sehat pula. Pola hidup yang
sehat akan lebih menguntungkan Anda nantinya di masa depan, karena kesehatan
jaman sekarang merupakan hal yang mahal. Selamat mencoba.
Kamis, 17 Mei 2018
DAHSYATNYA MANFAAT "POHON BIDARA"
https://www.youtube.com/watch?v=fXZb8p2PMfs
https://www.youtube.com/watch?v=Cp70_ezXeBc
SETIAP ANTUM HARUS CARI POHON BIDARA
Berbagai Khasiat Daun Bidara – Bidara atau widara / widoro (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini dikenal pula dengan pelbagai nama daerah seperti widara (Sd., Jw.) atau dipendekkan menjadi dara (Jw.); bukol (Md.); bĕkul (Bal.); ko (Sawu); kok (Rote); kom, kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Mak., Bug.); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba). (Wikipedia)Khasiat Daun Bidara
Pohon Bidara atau Widara (Ziziphus mauritiana), merupakan sebuah pohon kecil dengan tinggi antara 5 – 15 meter. Pohon ini tumbuh tegak atau melebar dengan cabang-cabang yang menjuntai dan memiliki letak ranting yang tak beraturan. Warna pohon biadara akan selalu hijau (meskipun terkadang agak meranggas) dan terdapat duri duri pada daun-daunnya.
Pohon bidara disebut dalam Al-Qur’an
Dalam Surat Al-Waqi’ah tentang kelompok kanan dari penghuni surga berada di bawah pohon bidara yang tidak berduri.
Allah SWT berfirman:
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ * فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ * وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ * وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ * وَمَاء مَّسْكُوبٍ * وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas,dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak,”QS. al-Waqi’ah (56) : 27-32Dalam Surat Saba ketika mengabarkan tentang kisah Negeri Saba, Allah subhanahu wa ta’alla berfirman:
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara (QS. Saba :16)Bila kita menyimak apa yang terdapat di dalam Al-Quran Surat Al-waqi’ah ayat 28 yang berbunyi “Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,”, seakan – akan ayat tersebut ingin menunjukan bahwa pohon bidara yang ada di bumi kita ini semua berduri.
Hal ini dapat kita lihat pada gambar bibit pohon bidara yang masih kecilpun sudah menumbuhkan durinya, seakan – akan ingin menunjukan jati dirinya sebagai pohon yang telah disebutkan dalam ayat tersebut. silahkan perhatikan duri yang sudah tumbuh pada bibit pohon bidara yang masih berumur tiga minggu.
Manfaat Daun Bidara Untuk Mengobati Jerawat
Semua orang tahu bahwa banyak manfaat daun bidara termasuk manfaat untuk membersihkan kulit dari kotoran dan menjaga kulit dari kerusakan.
Terutama bagi remaja yang sering mengeluhkan banyaknya jerawat di wajah mereka, selain itu daun bidara ini dapat mengurangi minyak dari kulit wajah bagi yang wajahnya selalu berminyak.
Cara pemakaian:
Ambil beberapa biji daun bidara kemudian ditumbuk halus lalu masukkan kedalam cangkir atau mangkok, Tambahkan sedikit air sehingga campuran agak sedikit kental dan kemudian langsung oleskan pada kulit wajah sebagai masker, dan biarkan beberapa saat hingga mengering seluruhnya.
Sekitar 20 menit kemudian cucilah wajah anda dengan air bersih, tanpa perlu memakai sabun, dalam beberapa jam anda akan langsung melihat perbedaan yang signifikan.
Untuk memberikan hasil yang lebih mantab, silahkan coba terapi diatas selama 2 bulan penuh, dalam seminggu oleskan antara 3 – 4 kali.
Manfaat Daun Bidara Untuk Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.” (HR. Muslim)
Khasiat Daun Bidara Untuk Kekuatan Rambut
Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (HR. Muslim)
Khasiat Daun Bidara Untuk Mengobati Gangguan Jin Dan Sihir
Wahb bin Munabih, salah seorang pemuka tabi’in yang ahli dalam sejarah dan ilmu kedokteran menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).
Caranya, tumbuklah tujuh helai daun bidara yang masih hijau di antara dua batu, cobek atau sejenisnya, lalu siramkan air diatasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan bacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.
Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang.
Jika orang yang terkena gangguan jin atau sihir meraung-raung kesakitan, jangan terperdaya, tetap lanjutkan menyiramnya dengan air campuran daun bidara karena itu adalah raungan dari setan dan jin kafir yang kesakitan akibat kepanasan.
Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izinNya, Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.
Baca Juga: Ini Tanda Tanda Terkena Gangguan Jin
Penulis sendiri telah membuktikan, walaupun tidak dipakai mandi, jika daun bidara ini ditempelkan atau disabetkan pada orang yang sedang terkena gangguan jin dan sihir, maka jin kafir yang ada dalam tubuh seseorang akan menjerit kesakitan. apalagi jika kita bakar tubuhnya dengan membacakan ayat-ayat alqur’an sambil disabet memakai daun bidara yang masih menempel pada rantingnya, pasti jin jin yang mengganggu tersebut akan mengaku siapa yang telah mengirimnya dan akhirnya lari terbirit birit.
Apabila Terkena Sihir Yang Sudah Akut
Jika ada orang yang mengalami ujian dengan terkena sihir yang susah dihilangkan, hendaknya dia mengharap pahala kepada Allah atas musibah ini, dan berikhtiar untuk mengobatinya. Pengobatan sihir yang sudah akut ini bisa dilakukan dengan memakai daun bidara:
Di antara metode yang pernah dipraktekkan dan terbukti mujarab adalah,
1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara
Persiapan: Siapkan 7 daun bidara hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.
Caranya:
a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.
b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar kamar mandi):
1) Baca ta’awudz: a-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (bisa gunakan gelas kecil)
8) Gunakan sisanya untuk mandi.
9) Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang.
(Metode ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).
Minggu, 13 Mei 2018
KANDUNGAN KIMIA DAUN BIDARA
(JUAL BIBIT POHON BIDARA ARAB INFO VIA WA : 081381734111)
Artikel ini menjelaskan kandungan kimia Daun Bidara dalam serangkaian penelitian tanaman bidara yang dikenal untuk penggunaannya dalam pengobatan tradisional dan yang juga telah terbukti sangat baik dalam aplikasi kosmetik dan perlengkapan mandi.
NAMA LAIN DARI BIDARA / SIDR
Orang-orang Arab menyebutnya Nabka. Sudan: Nabag, Nabak, Cidir, duri Kristus (dalam cerita rakyat, tanaman ini dikatakan menjadi sumber dari mahkota duri yang ditempatkan pada kepala Juruselamat. Nigeria: Kurna. Dalam bahasa Inggris itu dikenal sebagai Dom, duri-Yerusalem atau duri Kristus, Di Perancis disebut Paliure, Epine du Christ, porte-chapeau, capelets, argolou dan arnaves.
Kandungan daun bidara untuk bahan kosmetik
Komposisi kimia dari minyak daun bidara (Zizyphus spina-christi) diperoleh dengan menggunakan metode destilasi memiliki komponen utama: geranyl aseton (14,0%), metil hexadecanoate (10,0%), metil octadecanoate (9,9%), farnesyl aseton C (9,9%), hexadecanol (9,7%) dan etil octadecanoate (8.0%).
Manfaat
Semua bagian tanaman yang digunakan oleh orang-orang Arab setempat untuk membantu mempertahankan gaya hidup sehat. Tanaman ini juga telah digunakan untuk menginduksi tidur yang baik karena memiliki sifat menenangkan. Di Arab Saudi digunakan untuk pengobatan bisul, luka, penyakit mata dan bronkitis. Orang – orang Badui menggunakannya untuk pengobatan luka, penyakit kulit dan sebagai anti-inflamasi. Mereka juga menggunakannya sebagai obat penurun panas dan diuretik. Pohon bidara banyak terdapat di Iran bagian selatan. Pohon bidara secara lokal dikenal sebagai “Sidr” dan “Konar”, telah digunakan untuk mencuci rambut dan tubuh. Daun tanaman juga digunakan dalam obat rakyat Iran sebagai antiseptik, antijamur dan anti-inflamasi, dan untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti dermatitis atopik. Di China telah digunakan sebagai bentuk kontrol kelahiran. Air extract daun bidara memiliki sifat antinociceptive dalam uji coba pada tikus dan memiliki efek menenangkan pada sistem saraf pusat. Ini telah dijelaskan sebagai anticathartic, diuretik zat, dan tonik.
Deskripsi
Pohon bidara berbunga sekitar bulan Juli hingga Agustus, dan biji matang dari Oktober sampai Desember. Bunga-bunga wangi yang hermaprodit (memiliki jenis bunga jantan dan bubga betina). Tanaman ini memiliki bunga kecil berbulu putih yang sangat wangi. Komposisi kimia Tanaman ini telah diteliti secara luas dan telah diketahui komposisi kimianya. Konstituen utama dari minyak esensial adalah alpha-terpineol (16,4%) dan linalool (11,5%). Hidrokarbon netral dalam bentuk n-pentacosane adalah (81%). Metil ester yang diisolasi dari daun bidara termasuk metil palmitat, metil stearat dan metil miristat. beta-sitosterol, asam oleanolic dan asam maslinic adalah aglikon utama dari glikosida terdapat dalam daun bidara. Kandungan gula dalam daun bidara adalah laktosa, glukosa, galaktosa, arabinosa, xilosa dan rhamnosa, dan juga berisi empat glikosida saponin. Kandungan flavonoid tertinggi ditemukan dalam daun (0,66%). Terdapat kandungan quercetin 3-O-rhamnoglucoside 7-O-rhamnoside yang merupakan senyawa flavonoid utama pada semua bagian tanaman. Komposisi kimia tanaman bidara terbukti sangat kompleks dan lengkap, selain alkaloid, terdapat zizyphine-F, jubanine-A dan amphibine-H, sebuah peptida baru alkaloid spinanine-A telah diisolasi dari kulit batang pohon bidara. Spinanine-A adalah salah satu dari 14 jenis cyclopeptide alkaloid jenis amphibine-B.
Daun Bidara Untuk Anti-mikroba
Daun Bidara telah terbukti dapat membasmi bakteri, jamur dan juga patogen lain yang biasanya cukup tahan.
Antioksidan
The polyphenols of Yemeni plants telah melakukan uji coba dengan ferrylmyoglobin untuk menentukan kandungan antioksidan daun bidara yang ditujukan untuk mengurangi degradasi oksidatif. Efek pertahanan dari saponin pada daun bidara dari cultured myocardial yang terkena anoxia-reoxygenation ditentukan dan ditemukan bahwa peroksidasi lipid berkurang.
Penggunaan untuk bahan makanan
Konstituen kimia mengkonfirmasi penggunaan menguntungkan buah sebagai tonik (Tabel 1). Buah rasa seperti campuran kurma dan apel dan sangat dihargai oleh suku Badui karena memiliki nilai energi yang sangat tinggi. Buah dapat dimakan mentah atau dikeringkan dan buah bidara memiliki rasa sedikit asam menyegarkan, sedikit menyerupai apel kering. Biji bidara kaya protein, kalsium, zat besi dan magnesium. Makanan dari tanaman ini merupakan sumber energi, protein dan mineral yang sangat penting.Sifat Tonik dari buah bidara dapat meningkatkan nafsu makan, dan dapat digunakan juga sebagai pencahar dan telah digunakan sebagai obat cacingan (vermifuge). Buah bidara juga menyegarkan dan mengembalikan, serta meningkatkan kecerdasan otak dan merupakan obat untuk tekanan darah tinggi. Di bagian barat Sudan buah bidara dianggap makanan lezat, (Kordofan, Darfur): pulp pahit-manis buah dikeringkan dan digiling untuk menghasilkan tepung. Salah satu metode untuk menggunakan tepung ini adalah menggunakan cangkir logam kecil dimasak dengan uap.
Efek hipoglikemik dan antihyperglycemic dari bidara telah dibuktikan para peneliti.
Perawatan kulit dan rambut
Tanaman ini sudah digunakan di banyak bagian dunia untuk perawatan kulit. Komposisi kimia dan fitokimia yang terdapat pada bubuk daun bidara dapat menghitamkan dan memanjangkan rambut wanita.
Daun Bidara Melindungi kulit
Sebuah penelitian dilakukan di mana air rendamam daun bidara (direndam dalam air selama 24 jam) Pengujian radiasi sinar UV pada kulit menggunakan simulator Oriel surya dan satu aplikasi dari produk gel. Warna kulit dievaluasi (khusus untuk kulit kemerahan) menggunakan Chromameter Minolta. 80% dari subyek menunjukkan penurunan dalam kulit memerah dan gel mengurangi kemerahan dengan 17,51% di semua percobaan.
Sebagai antioksidan
Peroksidasi lipid memainkan peran penting dalam dalam masalah perawatan kulit dan memperbaiki kondisi kulit kepala. Peroksidasi dan kerusakan oksidatif lainnya dapat disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang menghasilkan radikal bebas (seperti polusi knalpot, asap industri, ozon, sinar UV, asap rokok, dll,) dan oleh kerusakan biologis seperti mikro-organisme dan kondisi yang merugikan lainnya. Hal ini dapat mengakibatkan masalah bagi kulit dan kulit kepala. Untuk menghindari efek samping dari peroksidasi lipid, penggunaan antioksidan adalah hal yang wajar.
Melindungi kerusakan DNA
Khasiat bidara untuk melindungi sel DNA manusia yang disebabkan oleh kerusakan dari radiasi actinic diuji menggunakan alat tes kontrol dimodifikasi oleh Regentec, spin dari perusahaan riset dari Universitas Nottingham. Kerusakan DNA manusia dapat disebabkan oleh kerusakan yang telah dijelaskan dalam kerja antioksidan di atas.
Penulis: Anthony C. Dweck FLS FRSC
References
1 Abbiw D.K. Useful plants of Ghana – West African use of wild and cultivated plants. Intermediate Technology Publications and the Royal Botanic Gardens Kew. 1990. ISBN No. 1-85339-043-7 or 1-85339-080-1 Hardback.
2 Abdel-Galil F.M., El-Jissry M.A. Cyclopeptide alkaloids from Zizyphus spina-christi. Phytochemistry v. 30 (4): p. 1348-1349; 1991.
3 Adzu B., Amos S., Wambebe C., Gamaniel K. Antinociceptive activity of Zizyphus spina-christi root bark extract. Fitoterapia. 2001, 4, 72, p.344-350.
4 Adzu B., Amos S., Dzarma S., Wambebe C., Gamaniel K. Effect of Zizyphus spina-christi Willd aqueous extract on the central nervous system in mice. Journal of Ethnopharmacology. 2002, 79, 1, p.13-16.
5 Amin G. Popular Medicinal Plants of Iran. Vol.1. Ministry of Health Publications, Tehran. p 67 (1991).
6 Aynehchi Y., Mahoodian M. Chemical examination of Zizyphus spina-christi (L.) Willd. Acta Pharm Suec, 1973 Dec;10(6):515-9.
7 Brantner A.H., Males Z. Quality assessment of Paliurus spina-christi extracts. Journal of Ethnopharmacology. 1999, 66,2,175-179.
8 Effraim K.D., Osunkwo U.A2, Onyeyilli, P3, Ngulde A. Activity of aqueous leaf extract of Ziziphus spina-Christi (Linn) Desf. Indian J Pharmacol 1998; 30: 271-272.
9 Duke J.A. and Ayensu E.S. Medicinal Plants of China. Reference Publications, Inc. 1985. ISBN 0-917256-20-4.
10 Facciola S. Cornucopia – A Source Book of Edible Plants. Kampong Publications 1990 ISBN 0-9628087-0-9.
11 Ghannadi, Alireza, Tavakoli, Naser, Mehri-Ardestani, Mozhgan: Volatile constituents of the leaves of Ziziphus spinachristi (L.) Willd. from Bushehr, Iran. Journal of Essential Oil Research: JEOR, May/Jun 2003.
12 Glombitza K.W., Mahran G.H., Mirhom Y.W., Michel K.G., Motawi T.K. Hypoglycemic and antihyperglycemic effects of Zizyphus spina-christi in rats. Planta Med 1994 Jun;60(3):244-7.
13 Grieve, Maud. A Modern Herbal – the medicinal, culinary, cosmetic and economic properties, cultivation and folklore of herbs, grasses, fungi, shrubs and trees with all their modern scientific uses. 1998 Tiger Books International, London. ISBN No.1-85501-249-9.
14 Ikram M., Tomlinson H. Chemical constituents of Zizyphus spina christi. Planta Med 1976 May;29(3):289-90.
15 Irvine F.R. (1961) Woody Plants of Ghana. With special reference to their uses. London: Oxford University Press.
16 Islam, M.W., Radhakrishnan R., Liu X.M., Chen H.B., Al-Naji M.A. Safety evaluation of Zizyphus spina-Christi L. and Teucrium stocksianum Boiss, used in traditional Medicine in the Arabian gulf. International Congress and 49th Annual Meeting of the Society for Medicinal Plant Research (Gesellschaft for Arzneipfianzenforschung), September 2-6, 2001, Erlangen, Germany.
17 Levy J. de Bairacli: The illustrated herbal handbook for everyone. 1991 4th edition. Faber and Faber. ISBN No. 0-571-16099-9.
18 Lawton R.M. (1985) Some indigenous economic plants of the Sultanate of Oman. In: Wickens G.E., Goodin J.R., Field D.V. (eds) Plants for arid lands. Unwin Hyman, London.
19 Mahran, G.E.D.H., Glombitza K.W., Mirhom Y.W., Hartmann R., Michel C.G. Novel saponins from Zizyphus spina-christi growing in Egypt. Planta Medica (1996) 62(2): 163-165.
20 Nafisy A.T. A Review of Traditional Medicine in Iran. Isfahan University Publications, Isfahan. p 133 (1989).
21 Nazif N.M. Pharmacognosy and Chemistry of Medicinal Plants, National Research Centre, Dokki, Cairo 12311, Egypt. Food Chemistry. 2002, 76, 1, p.77-81. SN- 0308-8146.
22 Safai-Ghomi 1998. Extracts of Z. spina-christi for cosmetics & psoriasis; US Patent 5,849,302. Also EP 0 815 842 A2 in Europe.
23 Shahat A.A., Pieters L., Apers S., Nazeif N.M., Abdel-Azim N.S., Berghe D. vanden., Vlietinck A.J. Chemical and biological investigations on Zizyphus spina-christi L. 2001, 15, 7, p.593-597.
24 Younes M.E., Amer M.S., El-Messallami A.D.E. Phytochemical examination of the leaves of the Egyptian Zizyphus spina christi “Nabc”. Bulletin of the National Research Centre (Cairo) (1996) 21(1): 35-40.
25 Zakaria M.N.M., M.W. Islam R., Radhakrishnan A., Ismail M., Habibullah and K. Chan. Antidiabetic properties of Zizyphus spinachristi in STZ- diabetic mice. “2000 Years of Natural Products Research – Past Present and Future”, Amsterdam, July 26-30 1999.6400 mg/kg) [Islam et al].”>


















